Review Norma: Antara Mertua dan Menantu, Ketika Ibu Kandung Jadi Orang Ketiga
Reskia Ekasari - Jumat, 4 April 2025 08:19 WIB
Perselingkuhan, masih menjadi salah satu tema yang kerap tersaji dalam lanskap perfilman di Indonesia. Di momen Lebaran kali ini, ada Norma: Antara Mertua dan Menantu hadir dengan kisah perselingkuhan yang sedikit di luar nalar.
Film ini berkisah mengenai pernikahan antara Irfan dan Norma yang rusak, akibat adanya orang ketiga. Hal yang paling mengagetkan yakni orang ketiga tersebut, yakni Rina yang merupakan ibu kandung dari Norma.
Sepanjang film, Anda mungkin akan menguras emosi karena sedih dan kisah yang begitu rumit.
Konfliknya memang sedikit kompleks, butuh fokus lebih untuk memahaminya, tapi begitu terasa jika benar-benar memahami isi ceritanya.
Alur Cerita dan Tema
Film ini mengisahkan perjalanan hidup Norma (Tissa Biani) yang merupakan wanita pendiam dan pemalu. Ia menikah dengan cinta pertamanya, yakni Irfan (Yusuf Mahardika).
Di awal kehidupan pernikahannya memang tampak harmonis. Irfan mencintai Norma dan berbakti kepada kedua orang tua Norma.
Namun, akhirnya keharmonisan tersebut hancur saat terungkap bahwa Irfan ternyata berselingkuh dengan ibu kandung dari Norma, yakni Rina.
Tema perselingkuhan dalam Norma: Antara Mertua dan Menantu full movie cukup kompleks, terutama karena melibatkan hubungan keluarga.
Tapi, film ini berhasil menyajikan kisah yang sangat menggugah emosi penonton. Sekaligus menjelaskan betapa rapuhnya kepercayaan dalam keluarga saat dikhianati orang-orang terdekat.
Akting dan Karakterisasi
Tissa Biani yang memerankan Norma, berhasil menggambarkan transformasi seorang wanita yang naif menjadi tegar untuk menghadapi kisah hidup yang pahit.
Yusuf Mahardika, yang memerankan Irfan juga meyakinkan. Terutama karena menampilkan dualitas karakter yang satu sisi mencintai istrinya, tapi terjebak pada hubungan terlarang.
Wulan Guritno yang memerankan Rina, amat memberi performa yang kuat karena menampilkan kompleksitas emosi dari seorang ibu–meski kemudian terlibat perselingkuhan dengan menantunya sendiri.
Interaksi yang terjadi antara ketiganya terasa autentik dan mendalam. Hal ini juga yang membuat banyak penonton Norma: Antara Mertua dan Menantu merasakan intensitas konflik yang begitu rumit.
Sinematografi dan Visual
Mengenai sinematografi dari film ini memang patut mendapatkan apresiasi. Pencahayaan dan komposisi gambarnya sangat mendukung suasana dan alur cerita.
Apalagi, banyak adegan emosional yang semakin kuat karena close-up yang menyoroti ekspresi wajah dari para pemerannya.
Dengan close-up, maka penonton bisa merasakan emosi yang ditampilkan oleh karakter-karakter yang ada di dalamnya.
Penggambaran awal setting rumah tangga yang awalnya harmonis menjadi tegang juga sangat baik.
Kemudian, terdukung juga oleh musik latar yang tersusun cermat guna mendukung nuansa dramatis dari film ini.
Pemakaian nada-nada yang lebih ‘gelap’ dan menegangkan ketika momen konflik, semakin membantu atmosfer terbangun sesuai dengan perkembangan cerita.
Norma: Antara Mertua dan Menantu Kapan tayang? Film ini tayang sejak 31 Maret 2025 untuk mengisi libur panjang Lebaran kamu. Segera tonton!